Apa alasannya?
Karena formulirnya tidak konsisten, baik dalam font, desain, maupun bahasa Indonesia. Karena susah mengisi harus buka situs web, dan seterusnya. Kenapa tidak dibuat simpel?
Isi di HP → Dapatkan PDF → Print PDF terus dibawa ke dukcapil setempat. Tanpa menulis tangan yang mungkin susah dibaca juga.
Gratis?
Sampai saat ini iya, pendapatan mungilnya didapat dari AdMob. Kalau tidak kuat, ya terpaksa harus ditutup.
Punya saran?
Bisa kirim email ke .
Apakah bisa kontak di media sosial?
Walau teorinya bisa, saya tidak punya banyak waktu untuk membaca dan membalas satu-satu.